Warisan kuliner Bali memang tak pernah lekang oleh waktu. Salah satu makanan khas yang menjadi ikon dari pulau dewata ini adalah ayam betutu. Ayam betutu tidak hanya dianggap sebagai hidangan lezat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri.
Sejarah ayam betutu sendiri sudah ada sejak abad ke-17. Menurut sejarah, ayam betutu pertama kali disajikan oleh seorang pendeta yang bernama Mpu Kuturan. Ia menciptakan hidangan ini sebagai bagian dari ritual keagamaan yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Dalam ritual tersebut, ayam betutu dianggap sebagai simbol perlindungan dari mara bahaya.
Menurut I Made Sukerta, seorang ahli kuliner asal Bali, “Ayam betutu adalah bagian dari warisan kuliner Bali yang patut dilestarikan. Selain karena rasanya yang lezat, ayam betutu juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi masyarakat Bali.”
Keunikan dari ayam betutu terletak pada proses pembuatannya. Ayam utuh yang sudah dibersihkan kemudian ditusuk dengan bambu atau kayu lalu dibumbui dengan rempah-rempah khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, jahe, dan beberapa rempah lainnya. Setelah itu, ayam betutu dibungkus dengan daun pisang dan dililit dengan daun kelapa sebelum dipanggang dalam api kecil selama beberapa jam.
Menurut Ni Luh Ayu Putri, seorang chef Bali yang sudah berpengalaman dalam memasak ayam betutu, “Proses pembuatan ayam betutu memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Namun, hasil akhirnya pasti membuat lidah Anda bergoyang.”
Saat ini, ayam betutu sudah menjadi salah satu hidangan wajib yang harus dicicipi bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Banyak restoran dan warung makan di Bali yang menyajikan ayam betutu dengan cita rasa yang autentik sesuai dengan tradisi kuliner Bali.
Dengan begitu, warisan kuliner Bali dalam bentuk ayam betutu tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya dan kuliner Indonesia. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan dan keunikan ayam betutu saat berkunjung ke pulau dewata ini.